Aksi Sosial: Bantuan Sembako Sambut Ramadhan

 
Sleman- Bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu berupa sembako diselenggarakan oleh RZIS (Rumah Zakat Infaq dan Sodakoh) UGM untuk masyarakat yang menjadi lokasi KKN – PPM UGM yang bertembat di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY. Lokasi KKN – PPM UGM bertempat di tiga dusun, yaitu Dusun Kwayuhan, Dusun Slarongan, dan Dusun Mergan. Penyaluran Sembako dilakukan pada awal Bulan Ramadhan lalu. RZIS bekerjasama dengan KKN PPM Unit Sendangmulyo untuk terjun langsung ke masyarakat dalam rangka penyaluran bantuan sembako sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab kami bagi mitra. Selain perkenalan dengan warga dan menambah keakraban, penyaluran sembako bertujuan untuk sedikit meringankan beban untuk memenuhi kebutuhan primer bagi mereka yang benar- benar kurang mampu dan dapat dikategorikan sebagai orang yang sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Dengan diselenggarakannya program RZIS tersebut, diharapkan dapat sedikit meringankan beban bagi mereka yang benar- benar membutuhkan dan membangun citra yang positif sebagai bentuk kerjasama dalam kegiatan sosial.
Sepenuhnya, program ini didanai oleh mitra dari R-ZIS UGM yang dilaksanakan dilokasi KKN. Mahasiswa pelaksana KKN terjun langsung ke masyarakat dalam rangka penyaluran bantuan sembako sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat. Kegiatan ini menjadi sala satu sarana untuk srawung berbaur dengan masyarakat. Selain perkenalan dengan warga dan menambah keakraban, penyaluran sembako bertujuan untuk sedikit meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan primer bagi mereka yang benar – benar kurang mampu dan dapat dikategorikan sebagai orang yang sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Kegiatan diawali dengan cara observasi/ survey kepada masyarakat, observasi tersebut bertujuan untuk memilah dan memilih siapa yang berhak mendapatkan bantuan berupa sembako. Observasi dilakukan agar pembagian sembako tidak salah sasaran. Selain itu, dilakukan juga koordinasi dengan perangkat setempat guna meminta saran dan data masyarakat fakir yang berhak menerima bantuan langsung sembako. Dengan diselenggarakannya program RZIS tersebut, diharapkan dapat sedikit meringankan beban bagi mereka yang benar- benar membutuhkan dan membangun citra yang positif sebagai bentuk kerjasama dalam kegiatan sosial. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah kecemburuan sosial oleh masyarakat setempat. Sebisa mungkin kami mereduksi adanya kecemburuan tersebut dengan menjelaskan secara detail mengenai pembagian sembako tersebut, yang mana pembagian sembako tersebut memang tidak semua warga memperolehnya hanya untuk orang yang memang tergolong fakir.