Laporan Kunjungan ke Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan Kulon Progo

Pendirian PA ini dilatarbelakangi oleh surat Al-Ma’un yang di dalamnya terkandung isi bahwa kita harus menyantuni anak yatim. Dalam menafsirkan anak yatim, tidak lantas mereka adalah anak yang tidak mempunyai bapak/ibu. Anak yatim di sini ditafsirkan sebagai anak yang tidak mampu

Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan

   Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan beralamat di Grubug V RT 27/ RW 10 Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo. Sebelum bertempat di situ, panti asuhan ini PA ini bertempat di rumah Bapak Kuwadi dari 1996-2003 (status hak guna pakai). Kemudian, dengan tanah wakaf, pada tahun 2003 panti itu pindah ke alamat yang sekarang. Panti asuhan ini didirikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nanggulan. Oleh karena itu, panti asuhan ini merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Muhammadiyah

 VISI & MISI PANTI ASUHAN

 

  • VISI

Menjadikan Panti Asuhan Muhammadiyah nanggulan sebagai lembaga Sosial, Pendidikan dan dakwah yang mencetak  kader-kader Muhammadiyah yang terampil, mandiri dan berakhlak mulia.

 

  • MISI

Memfasilitasi pendidikan formal minimal SLTA sesuai dengan bakat dan minat anak asuh

Memberikan pendiidkan Agama Islam sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah (Aqidah, Akhlak, Ibadah, dan Muamalah)

Memberikan  pendidikan ketrampilan dan kemandirian sesuai dengaj bakat, kemauan, minat anak asuh serta tuntutan perkembangan zaman.

 

UNIT USAHA DALAM RANGKA KEMANDIRIAN

 

  • AGRIKOMPLEKS    :

1.      Peternakan (sapi, kambing, kelinci)

2.      Perikanan

3.      Holtikultura (dalam perintisan)

 

  • PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

1.      Pengolahan aneka kripik

2.      Pengolahan aneka kue kering

3.      Pengolahan kedelai (susu kedelai)

 

   
   
 
   
 
   
 
   

Anak Asuh

Pendirian PA ini dilatarbelakangi oleh surat Al-Ma’un yang di dalamnya terkandung isi bahwa kita harus menyantuni anak yatim. Dalam menafsirkan anak yatim, tidak lantas mereka adalah anak yang tidak mempunyai bapak/ibu. Anak yatim di sini ditafsirkan sebagai anak yang tidak mampu. Meskipun mereka tidak mempunyai salah satu atau kedua orang tua tetapi secara materi dia berkecukupan, mereka bukan menjadi kategori sebagai anak asuh. Namun, mereka yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup atau pun pendidikannya, meski masih mempunyai orang tua, mereka yang termasuk dalam kategori anak asuh.

PA Muhammadiyah Nanggulan mempunyai 34 anak asuh, 23 putri dan 11 putra. Anak asuh tidak hanya berada di dalam panti ini, tetapi juga ada yang di luar panti. Dari 34 anak asuh, ada 4 anak asuh yang berada di luar lingkungan panti. Jadi, dalam memberikan perhatian, pembelajaran, atau peran-peran lain terhadap anak asuh, pengurus panti tidak hanya terbatas di dalam lingkungan panti, tetapi mereka juga mendatangi rumah-rumah anak asuh yang di luar panti. Usia dari anak asuh itu juga sangat variatif, dari yang masih SD sampai juga yang sudah kuliah. Mereka rata-rata berasal dari daerah Kulon Progo, tetapi ada juga anak asuh yang berasal dari Flores, NTT.

Kegiatan

            Di lingkungan panti mereka mempunyai beberapa kegiatan yang menarik. Selain sekolah sebagai kegiatan utama mereka di luar panti, mereka juga mempunyai usaha ternak dan pertanian yang dikelola oleh anak-anak panti dan bekerjasama dengan dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Untuk pertanian, mereka juga sering mendapat bimbingan dari dari mahasiswa INTAN (Institut Pertanian) Yogayakarta. Bimbingan itu diberikan secara berkalanjutan, tidak hanya sekali. Mahasiwa sering memantau perkembangan pertanian panti.

 Jadi, secara rinci dalam pembagian waktu, kegiatan anak-anak dari jam 07.00-13.30 WIB adalah sekolah. Kemudian pulang sekolah istirahat. Setelah Ashar, mereka berkegiatan di lahan agribisnis mereka, ada yang mengurus hewan ternak, ada pula yang mengurus tanaman. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sampai jam 5. Setelah itu, mereka bersiap-siap untuk shalat maghrib. Waktu setelah shalat magrib diisi kajian oleh pengurus panti, yaitu Pak Tris dan Bu Fatimah. Mereka adalah pengurus yang tinggal di dalam panti. Mereka pula yang mengurus atau mangatur kebutuhan anak-anak.

Sumber Dana

            Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan memiliki kerjasama dengan pemerintah. Mereka diberi kepercayaan untuk menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim secara tepat sasaran. Beberapa departemen pemerintahan yang menjadi sumber dana yaitu Dinas Sosial Provinsi DIY, Departemen Sosial RI, Pemda Kulon Progo, dan  Depag. Selain dari pemerintah, dana juga berasal dari lembaga-lembaga swasta seperti Sari Husada, BKKKS, dan PKU. Masyarakat juga tidak ketinggalan untuk berpartisipasi aktif memberikan hartanya. Melalui sodaqoh, zakat, atau infaq, mereka membagi sebagian rizkinya ke panti asuhan itu.

            Selain dana yang berasal dari external, pertanian dan peternakan yang menjadi usaha mereka juga bisa dijadikan sumber dana untuk mereka sendiri.