Penyaluran Dana Bantuan Rumah ZIS untuk Panti Asuhan se DIY

Penyaluran Dana Bantuan Rumah ZIS untuk Panti Asuhan se DIY

RZIS – Di awal bulan juni ini telah melaksanakan kegiatan sosialnya kembali. Kali ini, dengan melibatkan rekan-rekan mahasiswa penerima bantuan RZIS dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada, RZIS telah memberikan santunan kepada 11 Panti Asuhan yang tersebar di berbagai penjuru Yogyakarta.

Jumlah total bantuan yang telah disalurkan adalah sejumlah 7.000.000 rupiah. Kami dari RZIS UGM mengucapkan jazakumullaahu khoiron kepada para muzakki yang telah menyalurkan dananya melalui RZIS.

Panti Asuhan tersebut telah mengajukan proposal permohonannya kepada RZIS, dan kegiatan ini sebagai jawaban dari proposal-proposal tersebut. Rekan-rekan mahasiswa yang menyalurkan dana juga telah membuat laporan singkat mengenai kondisi lembaga-lembaga tersebut. Semoga informasi ini mampu menggugah semangat pembaca untuk turut membantu perkembangan lembaga-lembaga sosial ini.

Panti Asuhan tersebut antara lain :

  1. Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Putri Al-Quddus, Sinar Melati 07, beralamat di Jl. Lempongsari Raya, Sari Harjo, Ngaglik, Sleman

Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Putri Al-Quddus, Sinar Melati 07 berdiri di atas tanah wakaf seluas 525m2. PA dan PP putri Al-Quddus ini mempunyai santri sebanyak 43 orang dan semuanya adalah putri, yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia, ada yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Magetan, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Santri-santri tersebut (43 orang) berasal dari keluarga miskin dan kurang mampu sehingga berstatus anak asuh, hanya 2 orang yang mempunyai tujuan mengikuti pondok. Sebanyak 43 santri ini telah menuntut ilmu hingga perguruan tinggi sebanyak 19 orang. Perguruan Tinggi tersebut diantaranya adalah UIN SUNAN KALIJAGA, STIM, YKPN, STIENUS, AMIKOM, dan INTAN. Sebanyak 20 orang masih berada di bangku SMA/SMK, dan 4 orang lainnya masih SD. Mobilitas yang dilakukan oleh para santri ini kebanyakan menggunakan sepeda yang dibeli sendiri maupun hasil donasi.

Kamar yang ada sebanyak 8 buah dan masing-masing kamar diisi oleh 5-6 santri. Terdapat 1 kamar yang bocor, sehingga santri yang seharusnya tinggal dikamar tersebut sementara harus tinggal di mushala. Kegiatan yang ada di santri ini seperti kurikulum pondok yang lain, ada materi hafalan, bahasa arab, dan juga bahasa inggris.

Keadaan panti secara fisik sedang ada pembangunan 1 kamar madi, untuk kamar mandi yang sudah ada masih dalam keadaan setengah jadi. Keadaan sosial ekonomi Alhamdulillah belum ada masalah yang berarti.

              2. Panti Asuhan Al-Furqon, beralamat Gedongan, Sumberagung, Moyudan, Sleman

Jumlah Anak Asuhnya mencapai 48 anak, (32 Putri, SMK; 7 Purta, SMP, dan 2 Putra SMK). Kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di Lembaga Panti Asuhan Al-Furqon Moyudan meliputi pendidikan formal SD–SMK di lingkungan setempat dan Pendidikan Pesantren yang dilaksanakan di lingkungan Panti Asuhan di luar jam sekolah umum. Adapun materi pelajaran yang diberikan adalah: Aqidah akhlaq, Ibadah praktis, Bahasa Arab, Tajwid, Tahfidz, dan materi tambahan seperti: Kesehatan, Olah raga, Kesenian, Seni Baca Al Qur’an, dan Berbagai Ketrampilan dan pendidikan berorganisasi kepemimpinan.

Foto bersama kelompok 4 dengan beberapa santri dan ketua PA Al Furqon

Lembaga Panti Asuhan Al-Furqon Moyudan memiliki beberapa program, di antaranya:

  • Program Reguler:

    • Takhassus, bagi santri berbakat, meliputi : Tahfiz (hafalan) Al Qur’an dan Tilawah Al Qur’an

    • Kegiatan Pembiasaan: Muhadharah, Pembiasaan bahasa Arab, dan Inggris

    • Ekstrakurikuler, kegiatan pilihan bagi Santri : Kaligrafi/Khat, Nasyid, Drama, Rebana, Menjahit, Mading.

  • Program Unggulan:

    • Tahfidz

      Program unggulan ini menitikberatkan pada santri yang memang memiliki bakat di bidang tersebut.

    • Mengajar TPA

      Merupakan program yang diharapkan para santri mendapat keterampilan yang lebih ketika telah keluar dari Pondok Pesantren Al Furqan.

    • Usaha Konveksi

      Suatu usaha yang akan dijalankan para santri sebagai bentuk perwujudan life skill dan memandirikan dari segi pembiayaan.

 

        3. Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, dengan 90 anak asuh, beralamat di Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman

4. Panti Asuhan Al-Hakiem, beralamat di Padasan, Pakembinangun, Sleman

Untuk dapat meringankan beban sesama, Ibu dan bapak Sigit mendirikan panti asuhan ini pada tahun 2000, dengan jumlah anak asuh sebanyak 66 orang yang mencakup 35 ikhwan dan 31 akhwat.

       5.  Panti Asuhan Ghifari, beralamat di Relokasi Merapi, Dusun Pelem, Girikerto, Turi, Sleman

Panti asuhan ini bermula dari letusan gunung merapi tahun 1994 yang mengakibatkan beberapa lahan warga yang tinggal di lereng merapi rusak dan tidak layak huni. Tahun 1996 warga yang menempati wilayah yang sudah tidak layak huni direlokasi ke daerah Turi, Sleman. Pada tahun 1997 masuklah yayasan Ghifari yang menawarkan beasiswa untuk anak-anak korban letusan merapi dan juga dengan membangun sebuah panti asuhan yang dinamakan panti asuhan Ghifari sampai sekarang. Namun perjalanan dari yayasan Ghifari tak semulus yang dibayangkan. Awal tahun 1998 dana bantuan beasiswa untuk anak “macet” dan mengalami kevakuman hingga tahun 1999. Dengan perjuangan dari penggerak panti asuhan Ghifari, akhirnya pada tahun 2000, SK untuk panti asuhan Ghifari resmi turun sehingga panti asuhan ini beroperasi kembali sampai sekarang.

 Saat ini anak yang diasuh di panti asuhan Ghifari ada 32 anak yang terdiri dari 25 anak menetap di panti dan 7 anak tidak menetap karena berasal dari daerah sekitar. Kegiatan sehari-hari dari anak-anak adalah sekolah pada pagi hari dengan diantar-jemput oleh pengasuh panti. Selain itu kegiatan yang lain seperti les bahasa inggris dilaksanakan 2 kali dalam sepekan, kemudian belajar baca-tulis Al-qur’an pada malam hari dengan frekuensi 2 kali dalam sepekan. Kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga dan juga mahasiswa dari Universitas Cokroaminoto. Selain kegiatan tersebut, setiap ba’da maghrib sampai Isya’ dilaksanakan istighosah bersama pengasuh panti, dan setiap hari libur biasanya nak-anak diajak ke lading untuk membantu merawat lading.

Kekurangan suplay dana ini sangat dirasakan oleh pengurus panti asuhan ketika menjelang masuk tahun ajaran baru seperti saat ini. Saat ini ada 4 anak yang lulus SMP dan akan masuk SMA dan juga anak yang lain yang harus daftar ulang dan semua ini memerlukan biaya yang tidak kecil bagi pengasuh panti.

6. Panti Asuhan Muhammadiyah Nanggulan, beralamat di Grubug V, Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo

PA Muhammadiyah Nanggulan mempunyai 34 anak asuh, 23 putri dan 11 putra. Anak asuh tidak hanya berada di dalam panti ini, tetapi juga ada yang di luar panti. Dari 34 anak asuh, ada 4 anak asuh yang berada di luar lingkungan panti. Jadi, dalam memberikan perhatian, pembelajaran, atau peran-peran lain terhadap anak asuh, pengurus panti tidak hanya terbatas di dalam lingkungan panti, tetapi mereka juga mendatangi rumah-rumah anak asuh yang di luar panti. Usia dari anak asuh itu juga sangat variatif, dari yang masih SD sampai juga yang sudah kuliah. Mereka rata-rata berasal dari daerah Kulon Progo, tetapi ada juga anak asuh yang berasal dari Flores, NTT.

Kegiatan

            Di lingkungan panti mereka mempunyai beberapa kegiatan yang menarik. Selain sekolah sebagai kegiatan utama mereka di luar panti, mereka juga mempunyai usaha ternak dan pertanian yang dikelola oleh anak-anak panti dan bekerjasama dengan dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Untuk pertanian, mereka juga sering mendapat bimbingan dari dari mahasiswa INTAN (Institut Pertanian) Yogayakarta. Bimbingan itu diberikan secara berkalanjutan, tidak hanya sekali. Mahasiwa sering memantau perkembangan pertanian panti.

 Jadi, secara rinci dalam pembagian waktu, kegiatan anak-anak dari jam 07.00-13.30 WIB adalah sekolah. Kemudian pulang sekolah istirahat. Setelah Ashar, mereka berkegiatan di lahan agribisnis mereka, ada yang mengurus hewan ternak, ada pula yang mengurus tanaman. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sampai jam 5. Setelah itu, mereka bersiap-siap untuk shalat maghrib. Waktu setelah shalat magrib diisi kajian oleh pengurus panti, yaitu Pak Tris dan Bu Fatimah. Mereka adalah pengurus yang tinggal di dalam panti. Mereka pula yang mengurus atau mangatur kebutuhan anak-anak.

7. Panti Asuhan Bina Siwi, beralamat di Kompleks Balai Desa Sendang Sari, Pajangan, Bantul

8. Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia, Maguwoharjo, Depok, Sleman

9. Panti Asuhan Al-Azhar, beralamat di Dusun V, Tayuban, Panjatan, Kulonprogo

10. Panti Asuhan Wahid Hasyim, beralamat di Gaten, Depok, Sleman

11. Yayasan Tauhidul Ummah, Jl Palagan Tentara Pelajar, KM 14, Candibinangun, Pakem