Profil Tunanetra : Bapak Suwaji

 

bapak suwadi

 

Siang hari tepatnya sehabis dzuhur , dua orang pengurus RZIS, serta bertemu dengan bapak Suwaji. Beliau adalah salah satu penerima santunan Tuna netra RZIS. Beliau bertempat tinggal di daerah Jalan Parangtritis Km.6 (Sebelah Utara Kampus ISI) Sewon, Bantul.  Pak Suwaji memiliki keluarga Besar karena dikaruniai anak sebanyak 6 orang dan istri bernama Ibu Ramini. Anak Pertama beliau kini sudah bekerja disalah satu perusahaan TV swasta terkenal di Indonesia dan pernah mengenyam pendidikan sampai kuliah. Menurut penuturan beliau, anak kedua SMA kelas 3 di PGRI Kasihan Bantul, anak ketiga bersekolah di SMK Muhammadiyah, anak keempat masih SMP, dan anak kelima serta keenam masih Sekolah Dasar.  Luar biasa perjuangan hidup beliau, kekurangannya sebagai penyandang  tuna netra bukan menjadikan penghalang bagi bapak enam anak ini bekerja keras demi membiayai kehidupan keluargannya.

 

bapak suwaji2
Jika hujan, maka yang bisa dilakukan hanya menunggu

 

Beliau biasa berjualan perabotan pembersih rumah seperti kemoceng, keset, sapu ijuk berkeliling-keliling di sekitar kompleks UGM, maupun masyarakat di daerah sekitar Kampus UGM. Berjualan perabotan pembersih rumah sudah beliau lakukan dari sekitar tahun 80-an, beliau juga tidak pernah gusar karena harus berkendaraan dan  pergi ke daerah yang cukup jauh dari tempat tinggal beliau. Beliau berjualan perabot pembersih rumah tangga selain dipergunakan untuk menghidupi kebutuhan keluargannya, disisi lain beliau juga turut membantu tetangganya karena bahan pembuatan perabot tersebut dipasok dari tetangga beliau juga. Beliau mengatakan dalam 1 hari barang jualannya bisa terjual ataupun kadang sama sekali tidak terjual . Dan tidak jarang pula Pak Suwaji harus bergulat dengan hujan dan panas di siang hari. Namun, beliau tidak pernah mengeluh ataupun kecewa dengan kondisi saat ini. Di tengah-tengah bekerja beliau tidak pernah melupakan Sang Pemberi Rezeki , saat adzan berkumandang bergegas beliau mencari masjid terdekat untuk salat dzuhur sekaligus beristirahat sejenak  15-30 menit. Inilah kehebatan beliau, untuk mengenalkan identitas diri beliau mempergunakan kartu nama, ternyata selain menjual  perabot pembersih rumah tangga beliau juga membuka Panti Pijat Tuna Netra

bapak suwaji3

Beliau juga memiliki fasilitas berupa telpon selular, yang sama dengan telepon selular biasa, dan tanpa kesulitan beliau menggunakannya untuk berhubungan dengan rekan-rekannya. Selain itu dengan alat ini, beliau juga menjadi lebih mandiri dan tidak membebani orang lainnya.