Profil Tunanetra : Ibu Rumini

Ibu dari enam anak ini sudah tiga kali mendapatkan bantuan dari R-zis setiap bulannya. Ibu Ramini begitu orang memanggilnya. Beliau yang diberi kekuatan lebih oleh Allah untuk menjalani hidup sebagai seorang tunanetra ini sehari-harinya bekerja sebagai pemberi jasa pijat. Sebagian langganannya akan datang ke rumah Beliau di Sewon, Bantul. Namun, Beliau merasa pendapatannya belum cukup untuk membiayai hidupnya dan enam anaknya jika hanya mengandalkan kedatangan pelanggannya di rumahnya. Akhirnya, Beliau sering ke kota dengan mengendarai bis dan berkeliling untuk mendapatkan pasien. Tidak mudah memang jika seorang tunanetra harus berkeliling di kota Jogja yang cukup ramai ini.

 

Tunanetra

 

Sesekali ia berkeliling ditemani oleh anak bungsunya yang duduk di bangku kelas 3 SD, sehingga membuatnya lebih mudah. Namun, kesempatan itu hanya datang ketika liburan karena Ibu Ramini menyekolahkan semua anaknya ke pondok. Alasannya agar Beliau tidak was-was jika anak-anaknya ditinggal di rumah sementara Beliau pergi ke kota seharian untuk mencari nafkah. Ibu Ramini sudah berpisah dengan suaminya sejak lima tahun yang lalu, sehingga di kaki beliau semua harapan keluarganya berada. Setiap harinya dengan teliti Beliau kumpulkan ribuan demi ribuan untuk biaya hidup dan biaya sekolah anak-anaknya. Tarif pijat jika pelanggan datang ke rumah adalah Rp20.000 hingga Rp25.000, sedangkan jika di kota Beliau bisa mendapatkan Rp30.000 sekali pijat. Selain untuk membiayai hidup dan sekolah, layaknya Ibu-ibu yang lain, sesekali Beliau mengajak anak-anaknya untuk membeli baju baru di salah satu swalayan di kota Jogja. Di tengah kerasnya hidup, Beliau tidak pernah lupa untuk selalu membahagiakan anak-anaknya.