Alhamdulillah, proses rekrutmen Amil Muda Ramadan 1447 H telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil seleksi akhir, telah ditetapkan pembagian penugasan ke dalam 5 bidang, yaitu Tim Jaga Kantor sebanyak 18 anggota, Tim Pelayanan Barang sebanyak 27 anggota, Tim Infak Tarawih sebanyak 16 anggota, Tim Zakat Fitrah sebanyak 12 anggota, serta Tim Masjid Mardliyyah Islamic Center (MIC UGM) sebanyak 6 anggota. Dengan demikian, total Amil Muda Ramadan 1447 H yang terpilih berjumlah 80 orang termasuk koordinator dan petugas jadwal tiap bidang.
Aktifitas
Sepanjang tahun 2025, RUMAH ZIS-UPZ UGM mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS). Berdasarkan laporan tahunan, total dana ZIS yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.873.682.907.
Capaian penghimpunan tersebut merupakan hasil dari partisipasi aktif 1.379 muzaki dan donatur yang mempercayakan pengelolaan ZIS kepada RUMAH ZIS-UPZ UGM. Dana yang terhimpun dikelola secara amanah dan profesional sebagai wujud komitmen lembaga dalam mendukung penguatan program sosial serta pemberdayaan masyarakat.
Rumah Zakat, Infak, dan Shodaqoh Universitas Gadjah Mada (RZIS UGM) terus menunjukkan perannya sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus yang dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis data, pemanfaatan teknologi, serta partisipasi aktif mahasiswa dan alumni, RZIS UGM berhasil menghadirkan pengelolaan zakat yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi mustahik.
Kegiatan pemaparan pengelolaan UPZ ini dimoderatori oleh Andri Prayitno, S.Fil., M.Phil., praktisi pendidikan dengan latar belakang filsafat dan pendidikan agama Islam. Selain aktif dalam berbagai kegiatan dakwah sosial di Yogyakarta, Andri juga terlibat langsung dalam penguatan program-program Rumah ZIS UGM. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa RZIS UGM telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa kurang mampu, pondok pesantren, anak yatim piatu, lansia, penyandang disabilitas, hingga musafir yang membutuhkan bantuan darurat.
Sabtu (13/12), Rumah Zakat Infaq dan Shodaqoh Universitas Gadjah Mada (Rumah ZIS-UPZ UGM) menyelenggarakan Workshop Tata Kelola dan Strategi Pengumpulan Zakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Perguruan Tinggi. Kegiatan ini menghadirkan Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM sekaligus Direktur Operasional Rumah ZIS-UPZ UGM, sebagai narasumber utama.
Workshop dipandu oleh Dewi Fatmawati, S.E., M.Ec., Ph.D., dosen FEB UGM, dan membahas peran strategis UPZ perguruan tinggi dalam mengelola dana zakat secara amanah, transparan, dan berkelanjutan, khususnya dalam memberikan dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
Sabtu (13/12), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memaparkan pengalaman serta praktik pengelolaan zakat di tingkat provinsi dalam sebuah sesi presentasi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Hj. Puji Astuti,M.Si. Paparan ini menekankan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan sesuai regulasi, khususnya melalui peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Ibu Puji menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mewajibkan pembentukan UPZ di setiap wilayah. Pengelolaan zakat di tingkat provinsi mencakup berbagai sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah menengah, perguruan tinggi, lembaga vertikal, hingga BUMN dan BUMD. Salah satu contoh praktik terbaik ditunjukkan oleh UPZ Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan zakat secara optimal dan bahkan meraih penghargaan sebagai UPZ perguruan tinggi terbaik.
Sabtu (13/12), Rumah ZIS UGM kembali memperkuat kapasitas pengelolaan zakat melalui pemaparan materi mengenai tata kelola dan manajemen risiko oleh pembicara pertama, Bapak Dananta Adi Nugraha, Direktur Audit Kepatuhan dan Manajemen Risiko BAZNAS Republik Indonesia. Bapak Dananta merupakan alumni S1 dan S2 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) angkatan 2000–2004 dan telah bergabung dengan BAZNAS sejak tahun 2001.
Dalam presentasinya yang berjudul “Tata Kelola, Pengendalian, dan Manajemen Risiko pada Pengelolaan Zakat”, Bapak Dananta menyampaikan materi secara ringkas dan strategis dengan metode “melompat”, meskipun menyiapkan 46 slide presentasi. Ia menekankan bahwa dalam sebuah organisasi zakat terdapat empat unit utama yang harus berjalan seimbang, yaitu unit yang memastikan pemasukan dana, unit penyaluran barang, jasa, atau dana sesuai tujuan, unit pendukung seperti keuangan, SDM, dan umum, serta unit pengendalian risiko yang sering kali terlupakan namun sangat krusial, khususnya bagi organisasi berskala besar.
Sabtu (13/12), Rumah ZIS UGM menyelenggarakan Seminar dan Workshop bertajuk “10 Tahun Unit Pengumpul Zakat di Indonesia: Pengalaman dan Praktik Terbaik Pengelolaan Zakat melalui Universitas dan Masjid Kampus”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan berbagi praktik terbaik pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, khususnya peran strategis Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UGM selama satu dekade terakhir.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua UPZ UGM, Drs. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., yang mengawali dengan ungkapan syukur serta apresiasi atas kesempatan bersilaturahmi dan berdiskusi bersama para pemangku kepentingan zakat dari berbagai daerah. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para tokoh yang konsisten berjuang di jalur pengelolaan zakat, di antaranya Prof. Dr. Noor Achmad, Ketua BAZNAS RI, jajaran BAZNAS Provinsi DIY, serta para peserta seminar.
Sabtu (13/12), Rumah ZIS UGM menyelenggarakan Seminar dan Workshop bertajuk “10 Tahun Unit Pengumpul Zakat di Indonesia: Pengalaman dan Praktik Terbaik Pengelolaan Zakat melalui Universitas dan Masjid Kampus”. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, sebagai keynote speaker.
Dalam keynote speech-nya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dan masjid kampus dalam memperkuat tata kelola zakat berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Ahad (30/11), Rumah ZIS UGM untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Pengajian dan Penguatan Motivasi Pelajar bersama anak-anak yatim piatu dari 10 panti asuhan di Yogyakarta. Program ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam mendampingi mustahik usia pelajar agar memiliki semangat belajar yang tinggi, karakter yang kuat, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara positif.
Kegiatan berlangsung di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai panti asuhan binaan. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah, sesi motivasi pelajar, serta bincang inspiratif yang dipandu oleh pemateri dari kalangan pendidik dan aktivis sosial.
Rumah ZIS UGM kembali menyalurkan zakat yang dirangkai dengan kegiatan pengajian rutin bagi para mustahik pada November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mustahik penyandang disabilitas netra dan disabilitas daksa di D.I. Yogyakarta. Pelaksanaan penyaluran dilakukan berdasarkan sistem pengelompokan paguyuban, sehingga kegiatan pengajian dan penyaluran terbagi menjadi lima kelompok, yaitu:
- Paguyuban Wirobrajan : 26 orang Mustahik
- Paguyuban Condongcatur & Kota Yogyakarta: 32 orang Mustahik
- Paguyuban Berbah–Kalasan: 21 orang Mustahik
- Paguyuban Monjali: 33 orang Mustahik
- Paguyuban Banguntapan: 16 orang Mustahik
Dalam kegiatan ini, Rumah ZIS UGM menyalurkan zakat berupa santunan dan paket sembako, serta menghadirkan narasumber berbeda di setiap sesi. Secara umum, materi kajian mengajak para mustahik untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan di tengah berbagai keterbatasan. Secara khusus, kajian juga membahas persoalan dan kendala yang dihadapi para mustahik dalam kehidupan sehari-hari.