Arsip:

Blog

Fatwa Seputar Zakat Profesi

Zakat Gaji

Soal:
Berkaitan dengan pertanyaan tentang zakat gaji pegawai. Apakah zakat itu wajib ketika gaji diterima atau ketika sudah berlangsung haul (satu tahun)?

Jawab:
Bukanlah hal yang meragukan, bahwa di antara jenis harta yang wajib dizakati ialah dua mata uang (emas dan perak). Dan di antara syarat wajibnya zakat pada jenis-jenis harta semacam itu, ialah bila sudah sempurna mencapai haul. Atas dasar ini, uang yang diperoleh dari gaji pegawai yang mencapai nishab, baik dari jumlah gaji itu sendiri ataupun dari hasil gabungan uangnya yang lain, sementara sudah memenuhi haul, maka wajib untuk dizakatkan. read more

True Story: Mu’allaf KKN PPM

One peace story of our Rumah Zis UGM, semoga semakin banyak saudara kita bisa kita bantu

Sekitar Bulan Desember 2012, kami menjadi mitra tim KKN – PPM yang di inisiasi oleh salah satu staf. Dan alhamdulillah, pada Bulan Juli – Agustus 2013 terlaksana kegiatan tersebut. Sebagai mitra, kami berusaha membantu dalam hal pendanaan dan rencana program kerja. Tapi kali ini kami tidak ingin banyak membahas tentang KKN – PPM 2013 tersebut. Untuk informasi, Lokasi KKN bertempat di Desa Sendangmulyo, terbagi menjadi tiga sub unit yaitu Dusun Slarongan, Dusun Mergan, dan Dusun Kwayuhan. read more

Tanya Jawab Masalah Zakat

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustadz, nama saya Iwan, mohon izin bertanya, bapak saya alhamdulillah memiliki sawah yang setiap panen menghasilkan padi sekitar 5 ton. Sawah tersebut diberi obat dan pupuk, tandur, traktor dibiayai sendiri, airnya dari irigasi.

1. Bagaimana perhitungan zakatnya?

2. Apakah padi tersebut termasuk zakat tanaman dan buah-buahan atau diqiyaskan ke zakat emas dan perak?

3. Apakah bisa menitipkan zakat ke seseorang/saudara, untuk disampaikan ke fakir miskin?

4. Apakah ada akadnya ketika memberikan zakat kepada fakir miskin? read more

Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Maal

Berbagai pertanyaan masuk ke meja redaksi muslim.or.id, berkaitan dengan zakat mal. Untuk melengkapi dan menyempurnakan pemahaman tentang zakat tersebut, maka berikut ini kami ringkas satu tulisan ustadz Kholid Syamhudi dari majalah As Sunnah edisi 06 tahun VII/2003M.

Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:

1.     Islam

2.     Merdeka

3.     Berakal dan baligh read more

Hukum Membayar Zakat Melalui Transfer Bank

Assalamualaikum pak ustaz Yusuf Mansur, kalau menyalurkan zakat fitrah melalui transfer ATM, bisa tidak?   Wassalamualaikum    Jawaban:   Biasanya, rekening itu didesain secara khusus hanya untuk menerima harta zakat. Dibedakan dengan rekening untuk infak lainnya seperti untuk anak yatim, atau pembangunan masjid.  

Maka orang yang memanfaatkan transfer langsung lewat ATM atau bank, biasanya sudah tahu dengan pasti, berapa besar kewajiban zakat yang wajib dikeluarkan. Dia juga sudah tahu dengan tepat bahwa rekening itu memang untuk menyalurkan harta zakat. Walhasil, tidak ada yang salah dengan sistem ini. Sebab pihak lembaga juga sejak awal sudah mensosialisasikan dengan cermat bahwa nomor rekening tersebut memang semata-mata untuk pengaluran harta zakat. Bukan untuk sedekah atau infaq lainnya. read more

Bandingan Nikmat Dunia dan Akhirat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menyebutkan kenikmatan dan keutamaan akhirat yang sangat besar dibandingkan kesenangan di dunia ini. Di antaranya adalah hadits di bawah ini,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي َلأَ عْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُبِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً read more

Ikhlas Berkurban, Ikhlas Membayar Pajak

  REPUBLIKA.CO.ID,Hari Raya Idhul Adha baru saja berlalu. Idhul Adha biasa juga disebut sebagai Hari Raya Kurban, karena di saat itu umat Islam menjalankan salah satu perintahNya untuk melakukan penyembelihan hewan kurban. Kurban sendiri berawal dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk membuktikan ketakwaannya dengan menyembelih Nabi Ismail AS, putra yang telah lama ditunggu-tunggu kelahirannya. Ibrahim berhasil membuktikan ketakwaannya dan Allah pun mengganti Ismail dengan seekor domba. Luluslah Ibrahim AS dan Ismail AS dari ujianNya. Berawal dari peristiwa itulah, umat Islam disunahkan untuk melakukan kurban. Mungkin bagi sebagian kalangan ibadah kurban dianggap memberatkan, karena mereka harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk dapat membeli hewan kurban. Namun dengan keikhlasan, bahkan banyak orang tergolong tidak mampu, berlomba-lomba menabung sehingga pada saat Idhul Adha mereka dapat ikut melaksanakan ibadah kurban.   Banyak dimensi dari kurban yang dapat kita petik hikmahnya selain dimensi keikhlasan, dimensi sosial salah satunya. Dari sisi sosial, ibadah kurban bukan hanya sekedar proses menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada yang berhak saja,  lebih dari itu, ibadah kurban dapat mempererat silaturahmi antara golongan mampu, yang berkurban, dengan mereka yang tidak mampu, mereka yang menerima kurban.  Sebagaimana kurban, yang merupakan perintah dan ibadah kepada Allah,  membayar pajak pun sesungguhnya juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat terutama mereka yang miskin. Bahkan dapat dikatakan dalam banyak hal pajak merupakan bentuk aktualisasi strategis dari perintah Allah untuk melakukan sedekah, zakat, maupun kurban. Membayar pajak pun membutuhkan keikhlasan dalam melakukannya, sehingga tak lagi dirasa berat. Setelah uang pajak terkumpul, negara akan memanfaatkan uang pajak untuk membiayai pembangunan, Dengan semakin banyak rakyat yang membayar pajak dengan benar, semakin banyak uang yang dimanfaatkan untuk pembangunan. Selain sebagai sumber pendapatan negara, pajak juga berfungsi untuk mewujudkan keadilan sosial, yaitu dengan cara melakukan distribusikesejahteraan. Hal ini dilaksanakan dengan menerapkan tarif pajak secara progresif, yaitu mengenakan pajak dengan tarif lebih tinggi bagi masyarakat yang berpenghasilan besar dan membebaskan pajak bagi yang kurang mampu.  Setelah sadar bahwa pajak juga merupakan salah satu ibadah pada Allah, maka kita pun akan dengan ikhlas membayar pajak. Terlebih dengan kesadaran bahwa membayar pajak pun merupakan salah satu pengejawantahan dari sabda Nabi Muhammad SAW, “sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia yang lain”, niscaya membayar pajak tidak lagi memberatkan. Mari sempurnakan ibadah kurban kita dengan membayar pajak secara benar. Selamat Hari Raya Idhul Adha.   Redaktur : M Irwan Ariefyanto

Islam Dalam Kebersihan: Sunatan Massal, Bersih dan Kesucian Agama

 

 

Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan "Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi" (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku" (H.R. Bukhari Muslim). read more

Mari Menjadi Muzakki

Ramadhan datang penuh berkah, untuk semua orang. Bulan dimana rahmad dan ampunan secara besar – besaran diobral dimana – mana. Selain itu, ada satu amalan syarat wajib seorang muslim yang hanya bias dilakukan pada bulan ramadhan, yaitu Kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Termasuk oleh Tim – KKN UGM Unit Sendangmulyo yang  bermitra secara penuh bersama R-ZIS UGM. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi sosial terhadap aktifitas masyarakat yang muslim pada saat bulan ramadhan. Didukung oleh mitra secara penuh dalam hal pendanaan, kemudian bekerjasama dengan takmir setempat dalam hal peyaluran. Sehingga yang dilakukan adalah upaya penyatuan gerak dan penyamaan data penerima zakat dengan takmir sacara data tertulis dengan data hasil survey dilapangan. Lokasi KKN – PPM UGM bertempat di tiga Sub Unit, Yaitu Dusun Mergan, Dusun Kwayuhan, dan Dusun Slarongan. Bersama tim KKN, R-ZIS UGM berhasil menyalurkan paket zakat fitrah sejumlah 223 paket masing masing berupa paket beras 2,5 Kg yang tersebar di tiga sub unit yang ditempati KKN – PPM UGM. Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, yaitu: fakir, miskin, mualaf (orang yang baru masuk Islam), orang yang terlilit hutang (gharim), amil (panitia pembagi zakat), orang yang dalam perjalanan (musafir), orang yang berjuang di jalan Allah (ibnu sabil), dan riqab Semoga menjadi amal bagi muzakki yang sudah memenuhi kewajibannya, dan bagi mustahik, semoga dicukupkan kebutuhannya. Berkah dan bertambah, suci dan menyucikan. Aamiin. Salam cinta sejahtera bagi semua ummat muslim dimanapun anda berada.

Bangkitkan Ekonomi Warga: Kelompok Koperasi dan Pengrajin

Masih bersama Tim KKN – PPM Unit Sendangmulyo, R-ZIS UGM berhasil membentuk kelompok pengrajin berbasis koperasi bernama “Pring Karya”. Kegiatan ini adalah program interdisipliner antara  kluster sosio-humaniora dengan sains-tek,  mulai dari perencanaan koperasi pengrajin, pembentukan koperasi, penyuluhan koperasi, dan pendampingan koperasi dan ini merupakan kegiatan pokok tema. Pengrajin besek adalah pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh warga Dukuh Slarongan akan tetapi pekerjaan ini potensial untuk dikembangkan. 1 kodi besek dapat dijual Rp. 20.000, akan tetapi warga Dukuh Slarongan hanya membuat kerajinan besek, andaikan saja bambu itu tidak hanya diolah menjadi besek, tetapi dijadikan barang-barang kerajinan yang lebih menjual, betapa potensial sekali untuk dikembangkan Program ini memiliki sasaran yaitu para pengrajin besek dari dusun Slarongan. Koperasi memang belum ada di dusun ini, sehingga program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga seperti yang ada di desa Sendang Agung. Setelah adanya penyuluhan koperasi ini diharapkan agar warga sadar akan keuntungan berkoperasi dan mau untuk mengelola koperasi, dan terhitung hampir 20 orang yang bersedia membuat kelompok pengrajin besek untuk memulai berkoordinasi membentuk semacam koperasi simpan pinjam. Diawali dengan penyuluhan tentang koperasi sampai dengan pendampingan, program ini berjalan pada tanggal 19-20 Agustus 2013. Tujuan dari program ini adalah untuk mendampingi perkumpulan koperasi pengrajin besek. Aktifitas dari program pendampingan koperasi antara lain ; penyuluhan koperasi secara umum, pembentukan koperasi pengrajin besek, dan mengkreasikan besek. Hasil dari program ini antara lain terbentuknya koperasi pengrajin besek “Pring Karya” yang memiliki anggota sebanyak 19 orang, dan diketuai oleh Ibu Sarinah. Kelompok pengrajin adalah awal dari pembentukan koperasi yang lebih besar, dengan sudah adanya dasar kelompok ini, dan jika kelompok ini berhasil mengelola dengan baik maka nantinya diharapkan menjadi koperasi yang lebih besar dan produktif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pengrajin bamboo. Keterangan Penyerahan uang pembinaan untuk kelompok pnegrajin “PRING KARYO”. Uang pembinaan ini nantinya akan dimnafaatkan oleh kelompok untuk mengembangkan usahanya. Pembagian uang ini dilakukan secara bergiliran, dibagi kepada anggota yang mau meminjam uangnya. Jumlah uang pembinaan yang diberikan adalah Rp. 200.000. Dengan modal awal inilah diharapakan kelompok pengrajin dapat memanfaatkan uang ini dengan baik.    Keterangan: Pengurus  dan anggota kelompok pengrajin “PRING KARYO”. Kelompok “PRING KARYO” barulah terbentuk tanggal 20 agustus 2013, nama “PRING KARYO” diambil sebagai nama kelompok pengrajin Dukuh Slarongan, karena kerajinan yang mereka buat dari bambu, PRING artinya bambu sedangkan KARYO artinya karya.